Memilih Mainan Untuk Anak

Pada usia anak tentunya masanya untuk bermain, hampir sebagian waktu mereka digunakan untuk bermain dan makan, oleh karena itu sebagai orangtua harusnya dapat memberikan mainan yang dinilai aman untuk si kecil. Apalagi bagi anak yang masih balita, yang suka menggigit-gigit segala yang mereka temukan. Saat memberikan mainan pada anak usia ini terutama mainan yang terbuat dari bahan plastik, sebaiknya memperhatikan tentang bahan yang terkandungnya usahakan bahan plastiknya telang ada stiker bebas BPA, atau BPA free.

BPA atau bisphenol-A adalah zat kimia sintetis yang umum digunakan pada beragam produk konsumer. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ikatan BPA yang tergolong tidak stabil dapat menyebabkan sejumlah kecil zat kimia ini terlepas ke dalam makanan atau susu formula yang menjadi isi suatu kemasan yang mengandung BPA. Dan pada akhirnya lepasan BPA ini kemudian dapat tertelan oleh manusia. Pelepasan zat kimia ini akan terjadi semakin banyak saat botol bayi atau botol air terkena panas seperti saat direbus atau disterilisasi. Para ilmuwan menyebutkan bahwa BPA dapat menjadi senyawa “pengganggu hormon” karena berpotensi mengganggu fungsi normal dari sistem hormon, baik itu pada manusia maupun pada hewan yang menimbulkan efek merugikan pada kesehatan, reproduksi, perkembangan, serta masalah tingkah laku (behavioural).

Peneliti dari University of Cincinnati menemukan, eksposur terhadap air mendidih menyebabkan botol plastik polikarbonat melepaskan BPA hingga 55 kali lebih cepat dari air dingin atau air bertemperatur normal. Penemuan terbaru menunjukkan bahwa ada korelasi antara BPA dengan penurunan produksi sperma, penambahan berat prostat, dan kanker testis pada laki-laki. Sementara pada perempuan, BPA berpotensi mengakibatkan ketidaknormalan perkembangan endometrium yang dapat menyebabkan infertilitas serta meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Anak-anak, terutama bayi yang masih dalam kandungan dan bayi yang baru lahir, memiliki risiko yang paling besar terhadap bahan kimia tersebut. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon yang dapat berdampak selama periode emas pertumbuhan anak, meskipun akibatnya tidak langsung tampak.

Berikut ini beberapa tips untuk meminimalisir penggunaan alat makan yang terbuat dari bahan plastik

  1. Hindari alat yang berbahan BPA.
    Sebagai gantinya dapat menggunakan botol bebas BPA kalau tidak ada dapat memilih botol yang terbuat dari gelas/kaca.
  2. Pilihlah botol yang menggunakan polypropylene/polyethylene
    Salah satu cirinya adalah tidak mengkilat serta tidak keras.
  3. Hindari pemberian teether berbahan plastik/vinyl pada bayi.
  4. Jangan memanaskan makanan dengan menggunakan wadah plastik sebab akan memicu pelepasan BPA. Dapat menggunakan wadah gelas/kaca atau juga keramik.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *